Tutorial Wordpress : Bab 3 : Instalasi Wordpres Dengan Softaculous Maupun melalui FTP di Cpanel

Mei 07, 2017 0

Instalasi WordPress sebetulnya tidak sulit.
Dalam video yang saya rekam untuk tutorial ini, prosesnya hanya memakan waktu kurang dari 5 menit.
Tapi kenapa banyak orang yang bingung?
Hmm… mungkin karena WordPress sendiri tidak menyediakan panduan resmi yang berbahasa Indonesia. Makanya orang-orang yang tidak bisa Bahasa Inggris agak bingung.
Untuk itulah di tutorial ini saya menyediakan langkah-langkah dari nol yang bisa anda ikuti sekarang juga untuk membuat website dengan WordPress.

Menyewa hosting dan domain

Sebelum bisa menginstall WordPress, anda harus punya tempatnya dulu: hosting dan domain.
Pengertian sederhananya seperti ini:
Hosting atau web hosting adalah tempatnya website anda ditaruh. Semua file-file yang berhubungan dengan website ditaruh di hosting.
Sedangkan domain adalah alamatnya.
Untuk bisa mengakses website anda, maka orang-orang akan mengetik nama domain anda di browsernya. Contohnya nama domain blog mas sugeng yaitu sugeng.id

Rekomendasi hosting

Ada banyak penyedia layanan hosting dan domain.
Supaya anda tidak bingung, ini beberapa rekomendasi layanan hosting Indonesia yang saya rasa cocok untuk pemula:
Kalau anda ingin membuat website berbahasa Inggris untuk target pengunjung luar negeri, maka hostingnya harus yang berbasis di Amerika.
Ini layanan hosting luar negeri yang cocok untuk pemula:
Sebelum kita lanjut, hati-hati! di internet ada banyak orang yang tidak jelas asal-usulnya menawarkan layanan hosting murah.
Sebaiknya anda tidak membeli dari orang yang tidak jelas.
Hosting ini pengaruhnya ke kualitas dan kecepatan akses website anda. Kalau anda membeli hosting yang tidak jelas, website anda akan banyak gangguan.

Tips menentukan nama domain

Saya pribadi punya kebiasaan jelek dalam memilih domain: suka berpikir terlalu panjang…
Ini beberapa tips menentukan nama domain:
  1. Berkaitan atau bisa menggambarkan topik/isi website
  2. Tidak terlalu panjang, 3 kata atau kurang
  3. Tidak mirip dengan nama website yang populer
  4. Menggunakan domain .com (tidak wajib)
  5. Tidak mengandung tanda strip (-)
  6. Mudah diingat, tidak sulit untuk diucapkan/ditulis
Ini hanya sebuah tips, tidak wajib diikuti.
Pada kenyataannya, banyak website sukses yang tidak mengikuti tips-tips nama domain di atas.

Cara membeli hosting dan domain

Silahkan lihat video ini untuk mempelajari cara membeli hosting dan domain dari Niagahoster
Sumber Video : https://www.youtube.com/watch?v=r4XM3Rf-5p8

Setelah konfirmasi pembayaran diterima, anda mestinya akan mendapatkan email dari layanan hosting yang berisi informasi akun anda.
Simpan email tersebut.

Instalasi WordPress

Ada 2 cara instalasi WordPress.
Pertama, yang lebih mudah yaitu dengan menggunakan tool bernama Softaculous yang biasanya sudah ada di hosting anda.
Kedua, cara manual.
Mari kita bahas satu per satu.

Instalasi WordPress dengan Softaculous

Silahkan lihat video ini:

kalau anda tidak mau menonton video tersebut, anda simak tutorial di bawah ini :
1. Buka namadomain.com/cpanel
Masuk ke alamat CPanel anda. Lalu masukkan username dan password yang diberikan saat membeli hosting.
Disinilah semua tool ajaib untuk mengelola hosting anda berada.
Tampilan CPanel di hosting anda mungkin akan berbeda dari yang ada di video di atas, tapi caranya tidak akan berbeda jauh.
2. Cari aplikasi bernama Softaculous
Softaculous adalah aplikasi untuk menginstall berbagai platform website, salah satunya adalah WordPress.
Dengan Softaculous, kita bisa menginstall WordPress dalam 2x klik.
Setelah ketemu Softaculous, cari Wordpress lalu klik Install.
Kalau tidak ada, anda juga bisa menggunakan Fantastico. Kalau tidak ada juga, ikuti panduan instalasi lewat FTP di bawah.
3. Isi informasi yang diminta oleh Softaculous
Lihat gambar ini kalau anda bingung:
Klik gambar untuk melihat lebih jelas

Setelah semuanya lengkap, klik Install.
Selesai! Sekarang WordPress anda sudah terinstall.
Tidak sulit kan?

Instalasi WordPress melalui FTP di CPanel


Kalau di CPanel anda tidak ada aplikasi bernama Softaculous atau Fantastico, maka anda harus menginstall WordPress secara manual.
Meskipun sedikit lebih rumit, tapi pemula sekalipun pasti bisa.
1. Download WordPress
Silahkan menuju website resmi WordPress, kemudian download versi terbarunya. Anda akan mendapatkan file dalam bentuk .zip
2. Upload dan extract ke hosting
Buka CPanel anda melalui: http://namadomain.com/cpanel
Login dengan data yang diberikan oleh hosting.
Buka aplikasi bernama File Manager:

Masuk ke folder bernama public_html:
(tampilan File Manager di hosting anda mungkin sedikit berbeda)
Upload file WordPress dalam format .zip yang baru anda download tadi ke halaman ini. Setelah uploadnya selesai, klik tombol extract dari menu:

Klik Reload dari menu, kemudian akan ada sebuah folder bernama wordpress:

Masuk ke folder ini, lalu klik Select All dari menu.

Klik Move atau Move file di menu, lalu hapus / wordpress seperti gambar di bawah:

3. Membuat user dan database
Agar semua fungsi di WordPress anda bisa berjalan mulus, maka anda harus membuat database.
Kembali ke CPanel.
Buka aplikasi bernama MySQL Databases:

Buat database baru dan user baru seperti gambar di bawah:

Setelah itu hubungkan keduanya di bagian Add User to Database:

Ceklis all privileges:

Hampir selesai.
3. Selesaikan instalasinya
Buka alamat website anda melalui browser.
Dari sini anda akan diantarkan untuk melakukan instalasi WordPress tahap akhir. Silahkan ikuti seperti gambar di bawah ini:

Kalau setelah ada submit ternyata pesannya Error establishing a database connection, berarti ada yang salah di nama database, username, dan password.
Setelah itu lengkapi informasinya
Selesai!
WordPress anda sudah siap digunakan.
Setelah ini, silahkan masuk ke Dashboard WordPress dengan mengakses http://namadomain.com/wp-admin/

Bab Sebelumnya : Tutorial WordPress : Bab 2 : Perbandingan CMS Blogger WordPress.com dan WordPress.org

Tutorial Wordpress : Bab 2 : perbandingan CMS Blogger WordPress.com dan WordPress.org

Mei 06, 2017 0

Saat ingin membuat website, anda akan mendengar orang-orang di internet yang membanding-bandingkan antara WordPress.org, WordPress.com, dan Blogger.
Hal ini biasanya akan membuat orang-orang bingung.
Lebih parahnya lagi, anda bisa salah pilih.
Oleh karena itu, sekarang akan kita bahas secara obyektif apa saja keunggulan dan kekurangan dari masing-masing CMS.

Perbedaan WordPress.com dan WordPress.org

Pertama, kita bahas dulu kedua saudara kembar ini.
Meskipun namanya sama dan berasal dari perusahaan yang sama, tapi WordPress.org dan WordPress.com punya perbedaan yang sangat besar.
Secara pengertian, WordPress.org merupakan layanan self hosted, sedangkan WordPress.com merupakan layanan hosted.
Apa itu hosted dan self hosted?
Supaya mudah dipahami, kita ibaratkan seperti tempat tinggal:
Self hosted itu ibarat rumah pribadi. Rumah yang sepenuhnya milik anda sendiri, di tanah sendiri, dan bukan milik orang lain.
Sedangkan hosted itu ibarat apartemen. Tanahnya bukan milik anda, anda hanya punya sebuah unit di sebuah apartemen tersebut. Apartemennya milik orang lain.


Intinya sih self-hosted itu 100% milik kita

Sekarang, mari kita bandingkan ketiganya dari berbagai aspek.

Popularitas

WordPress (hosted dan self-hosted) saat ini berada di peringkat pertama sebagai CMS yang paling populer dengan persentase pasar sebesar 39% daripada total pengguna CMS lain.
Sedangkan Blogger ada di peringkat 4 dengan persentase pasar 1%.

Tabel diatas diambil dari sini

Kemudahan untuk dibuat

WordPress.com dan Blogger setara. Keduanya merupakan yang paling mudah dibuat karena anda hanya perlu mendaftarkan akun di websitenya masing-masing.

Tetapi berbanding terbalik dengan WordPress.org sedikit lebih sulit untuk membuatnya.
Untuk membuat situs berbasis WordPress.org, anda harus menyewa hosting dan domain kemudian melakukan instalasi.
Tahapannya dijelaskan dalam bab selanjutnya.

Biaya pembuatan dan pengembangan

Lagi-lagi di sini WordPress.com dan Blogger setara.
Anda tidak perlu biaya sama sekali untuk membuat akun di keduanya. Meskipun ada batasan storage, nantinya anda bisa membayar bulanan untuk meningkatkan kapasitas.
WordPress.com dibatasi 3 GB, $99/tahun untuk upgrade menjadi 13 GB.
Sedangkan di Blogger gratis 15 GB (untuk foto tidak terbatas). Ini daftar paket harga untuk menambah kapasitasnya, mulai dari $4/bulan.

Anda juga tidak butuh membeli domain kalau anda rela alamat website anda jadi seperti ini: website.blogspot.com atau website.wordpress.com.
Supaya jadi websiteanda.com, biayanya Rp 100.000 per tahun.
Untuk WordPress.org, anda butuh biaya hosting dan domain.
Biayanya hosting dan domain sekitar Rp 350.000 – 400.000 per tahun. Kapasitas hosting untuk harga ini rata-rata 1-10 GB (tergantung layanan hosting mana)
Kesimpulannya:
WordPress.org butuh biaya awal, WordPress.com dan Blogger tidak butuh. Tetapi dalam perkembangannya nanti, WordPress.org jadi lebih murah.

Kemudahan untuk digunakan

Sebetulnya ketiganya setara.
Untuk mempelajari dasar-dasarnya, sampai anda bisa menulis dan menerbitkan tulisan, ketiga pilihan ini sama mudahnya.
Tapi di sini ada beberapa pertimbangan lagi:
WordPress.com dan WordPress.org lebih mudah untuk dikelola dan punya tampilan dasbor yang lebih ramah. Blogger sedikit lebih membingungkan terutama ketika anda ingin mencari suatu menu di dasbornya.
Meskipun begitu, bedanya tidak seberapa.
Setelah menggunakan selama 1-2 hari, anda akan terbiasa.
Ini tampilan dashboard Blogger:

Ini tampilan dashboard WordPress:

Tampilan

Ada 2 hal yang ingin saya bahas dalam bagian ini.
Pertama, kalau kita lihat tampilan dasarnya tanpa mengubah apapun di dalamnya. WordPress (.com dan .org) unggul dibandingkan Blogger.
Ini karena tampilan dasar Blogger seperti sudah ketinggalan jaman.
Kedua, secara fleksibilitas tampilan.
Yang paling fleksibel adalah WordPress.org.
Ada ribuan template gratis dan berbayar yang bisa anda gunakan. Kalau anda masih tidak puas, bisa juga ubah sendiri sampai sesuai selera.
Di peringkat kedua adalah Blogger.
Meskipun pilihan template di Blogger tidak banyak, tapi tampilannya bisa anda ubah sendiri sesuai selera kalau anda mengerti HTML dan CSS.
Sedangkan WordPress.com paling tidak fleksibel. Hanya ada sedikit pilihan template dan tidak bisa diubah-ubah lagi.
Peringkat untuk fleksibilitas tampilan:
  1. WordPress.org
  2. Blogger (blogspot.com)
  3. WordPress.com

Fitur

Kalau kita lihat fitur dasar sebagai CMS, ketiganya setara. Sama-sama bisa membuat post dan page, memasukkan gambar, video, dan multimedia lain.
Tapi blogger punya kelemahan:
1 halaman dibatasi hanya bisa berukuran 1 MB. Jadi anda tidak akan bisa membuat 1 halaman yang berisi banyak gambar.
Kalau kita lihat secara fleksibilitas, WordPress.org unggul.
Di WordPress.org self hosted, anda bisa menambahkan fitur-fitur ekstra dengan bantuan plugin. Ada ratusan ribu plugin yang bisa anda manfaatkan secara gratis.
Karena sifatnya open source, kita juga bisa modifikasi semua fiturnya.
Peringkat untuk fleksibilitas fitur:
  1. WordPress.org
  2. Blogger (blogspot.com)
  3. WordPress.com

Monetisasi dengan iklan

Karena banyak orang yang ingin membuat blog untuk mendapatkan uang dengan menggunakan iklan (misalnya AdSense dari Google), maka ini perlu saya bahas.
Ini hal utama yang perlu anda ketahui:
WordPress.com hosted tidak mengijinkan penggunanya memasang Google AdSense.
Jadi anda tidak bisa mendapatkan penghasilan dari iklan kalau anda menggunakan WordPress.com. Tapi anda tetap bisa mendapatkan penghasilan dengan cara lain misalnya berjualan produk.
Selengkapnya seperti ini untuk WordPress.com:
  1. Iklan dari advertising network (AdSense dan sejenisnya) tidak diijinkan
  2. Tapi anda diijinkan menyediakan slot iklan secara manual
  3. Sponsored post juga diperbolehkan
  4. Kalau website anda sudah cukup populer, anda bisa memasang WordAds (sejenis AdSense, milik WordPress)
  5. Kalau anda menggunakan WordPress VIP, iklan diperbolehkan
Sedangkan di Wordpress.org tidak ada masalah karena tidak ada yang mengatur, anda bisa menggunakan AdSense atau advertising network manapun.
Untuk Blogger, karena milik Google sendiri jadi pasti bisa.

Kepemilikan dan kontrol

Karena sifatnya hosted, WordPress.com dan Blogger punya permasalahan yang besar:
Websitenya bukan 100% milik anda.
Ada banyak keterbatasan di dalamnya, termasuk yang sudah disebutkan tadi. Seperti tidak bisa mengganti template dan menambah plugin.
Selain itu, ada 1 hal yang lebih penting lagi
website anda bisa dihapus sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.
Meskipun jarang dan tidak mungkin tanpa sebab, tapi WordPress.com dan Blogger punya hak untuk menghapus website anda.
Kalau sudah dihapus, website yang anda buat lenyap.
Tidak bisa dikembalikan lagi. Bahkan konten-konten yang sudah anda buat tidak bisa diambil kembali.

Mitos-mitos yang sering beredar

Karena banyaknya orang yang mempertimbangkan dalam memilih Blogger atau WordPress, seringkali ada informasi yang salah di luar sana.
Ini yang harus anda perhatikan…
Berikut beberapa pernyataan yang salah tapi sering disebutkan:

1. WordPress.org hanya untuk orang yang sudah berpengalaman (MASTAH)

WordPress.org self hosted memang butuh sedikit upaya dalam proses instalasinya.
Tapi sama sekali tidak sulit.
Bahkan kalau anda tanya orang yang sudah pernah mencoba kedua platform ini, Blogger dan WordPress, mereka pasti bilang WordPress lebih mudah digunakan.
Biasanya orang-orang suka bilang WordPress rumit karena ada script, database, kode-kode PHP, dsb.
Padahal yang seperti itu tidak perlu anda sentuh sedikit pun.

2. Blogger lebih aman daripada WordPress

Sekilas memang sepertinya masuk akal
mengingat karena blogger itu miliknya perusahaan sebesar Google, sedangkan WordPress itu kita bangun sendiri.
Tapi kenyataannya tidak juga.
Software WordPress selalu diupdate secara rutin agar celah keamanannya tertutup rapat.
Keduanya setara.
Asalkan anda tidak menginstall plugin atau template bajakan yang berpotensi terinfeksi virus.
Lagipula kalau website anda masih baru, tidak akan ada orang yang akan iseng-iseng melakukan hacking ke website anda.

3. WordPress sering down atau tidak bisa diakses

Ini hanya saja kalau anda memilih hosting yang tidak jelas.
Kalau anda membeli hosting yang umum digunakan oleh orang-orang, tidak akan ada masalah.

4. WordPress.org sering rusak/error

Hanya kalau anda iseng mengutak-atik kode-kode di dalamnya.
Alasan kenapa WordPress.com dan Blogger tidak bisa rusak karena anda tidak bisa mengubah kodenya (selain HTML dan CSS).
WordPress.org juga tidak akan bisa rusak kalau anda tidak mengutak-atik hal yang tidak anda ketahui fungsinya.

5. Hanya pengguna WordPress.org yang bisa sukses

Tidak benar.
Secara fitur, tampilan, dan fleksibilitas, WordPress.org memang lebih unggul dibandingkan yang lain.
Tapi website berbasis WordPress.org tidak punya hak khusus dibandingkan Blogger dalam hal pembuatan konten dan pemasarannya (selain branding).
Yang penting adalah isinya dan cara kita menyajikan isinya.
Blogger dan WordPress.com juga bisa jadi sukses.
Meskipun fiturnya terbatas, tapi kalau anda bisa membuat konten yang berkualitas, maka website anda pasti bisa sukses.
Itulah beberapa perbandingan CMS Blogger,WordPress.com dan WordPress.org
Kalau saya sendiri sepertinya cenderung memilih WordPress.org daripada pilihan lain, tapi semuanya saya tulis secara obyektif

Bab sebelumnya : Tutorial Wordpress : Bab 1 : Pengenalan WordPress

Bab selanjutnya : Tutorial Wordpress : Bab 3 : Instalasi WordPress Dengan Softaculous Dan Melalui FTP di Cpanel

Tutorial Wordpress : Bab 1 : Pengenalan Wordpress

Mei 05, 2017 0

Bagi orang-orang yang ingin belajar cara membuat website, WordPress adalah pilihan terbaik.
Hampir tidak ada pemilik website yang tidak kenal WordPress.
Alasannya karena gratis, fiturnya tidak terbatas, dan proses belajarnya sangat mudah. Bahkan kalau anda belum pernah memegang komputer sebelumnya pun anda akan bisa membuat website dalam 5 menit.
Itulah baru sejengkal kehebatan WordPress.
Dalam artikel ini anda akan belajar dasar-dasar WordPress, mulai dari instalasi sampai menguasai fitur-fitur Wordpress.
Dalam 30 menit ke depan, anda juga akan bisa membuat sebuah website berbasis WordPress.

Apa itu WordPress?

WordPress adalah sebuah Content Management System (CMS) yang bersifat open source. Dalam bahasa yang lebih mudah dimengerti, WordPress merupakan sebuah software yang akan memudahkan anda untuk membuat website dan mengelola konten secara online.

Saat ini, WordPress merupakan CMS terpopuler di dunia.
Anda sendiri pun secara sadar atau tidak sadar pasti sudah pernah berkunjung ke website berbasis WordPress. Wajar, karena lebih dari 25% website di internet dibuat dengan WordPress.
Bahkan website-website terbesar di dunia pun menggunakan WordPress.
Ini beberapa di antaranya:
CNN      EBAY      TechCrunch    SONY     MP3
Yang lainnya bisa dilihat disini
Lalu bagaimana dengan Indonesia?
Bahasa Indonesia berada di posisi ketiga sebagai bahasa yang paling banyak digunakan di WordPress dengan persentase 2,4%. Hanya kalah dari Bahasa Inggris dan Bahasa Spanyol yang memang digunakan oleh banyak negara.
Ini artinya ada sangat banyak website berbasis WordPress di Indonesia.

Mengapa WordPress bisa sedemikian populernya?

Alasan utamanya yaitu karena proses pembuatannya sangat mudah, seperti yang sudah saya nyatakan tadi. Bahkan orang yang baru kenal komputer pun bisa membuat website dalam 5 menit dengan WordPress.
Selain itu, juga karena gratis.
Tapi bukan hanya itu, inilah alasan utama kenapa website-website besar menggunakan WordPress:
  1. Dengan WordPress, kita tidak perlu membangun website dari nol sehingga banyak waktu dan tenaga yang bisa dihemat
  2. WordPress bisa dimodifikasi secara bebas dan tanpa batas sesuai kebutuhan si pemilik website, baik secara tampilan maupun fitur
  3. Banyak theme dan plugin yang tersedia sehingga anda bisa mengubah tampilan dan dan menambahkan fitur meskipun tidak paham sedikit pun tentang programming
  4. Proses belajarnya sangat mudah
  5. WordPress terus dikembangkan dan diperbaharui oleh jutaan programmer di dunia
  6. WordPress punya komunitas pengguna terbesar. Kalau anda mengalami kesulitan, jawabannya bisa ditemukan dengan mudah di internet
Dengan alasan-alasan tersebut, sejak 2003 sampai sekarang WordPress tetap menjadi CMS yang paling populer.
Pada awalnya, WordPress hanya digunakan untuk membuat blog.
tapi sekarang WordPress juga sering digunakan sebagai website dengan fungsi lain, misalnya situs komunitas, jual beli, direktori, portfolio, profil perusahaan, dan lain-lain.
Itulah sekilas tentang WordPress.
Tanpa panjang lebar lagi, mari kita mulai ke bab pertama tutorial ini.